HOME
Email Autoresponder
Home » Pendidikan » Total Quality Management Wujud Peningkatan Mutu Pendidikan

Total Quality Management Wujud Peningkatan Mutu Pendidikan

Posted at April 11th, 2017 | Categorised in Pendidikan

Paradigma Total Quality Management ( TQM ) merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungannya.

total quality management mutu pendidikan

Tujuan utama TQM adalah untuk mereorientasi sistem manajemen, perilaku staf, fokus organisasi dan proses-proses pengadaan pelayanan sehingga lembaga penyedia pelayanan bisa berproduksi lebih baik, pelayanan yang lebih efektif yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan keperluan pelanggan.

Manfaat utama penerapan TQM pada sektor publik adalah perbaikan pelayanan, pengurangan biaya dan kepuasan pelanggan. Perbaikan progresif dalam sistem manajemen dan kualitas pelayanan menghasilkan peningkatan kepuasan pelanggan. Sebagai tambahan, manfaat lain yang bisa dilihat adalah peningkatan keahlian, semangat dan rasa percaya diri di kalangan staf pelayanan publik, perbaikan hubungan antara pemerintah dan masyarakatnya, peningkatan akuntabilitas dan transparansi pemerintah serta peningkatan produktifitas dan efisiensi pelayanan publik .

TQM hanya dapat dicapai dengan memperhatikan karakteristik sebagai berikut:

  • Fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.
  • Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas.
  • Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.
  • Memiliki komitmen jangka panjang.
  • Membutuhkan kerjasama tim (teamwork).
  • Memperbaiki proses secara berkesinambungan.
  • Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan.
  • Memberikan kebebasan yang terkendali.
  • Memiliki kesatuan tujuan.
  • Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan.

Prinsip-prinsip yang mempedomani TQM mencakup:

  • promosi lingkungan yang berfokus pada mutu.
  • pengenalan kepuasan pelanggan sebagai indikator kunci pelayanan bermutu.
  • perubahan sistem, perilaku dan proses dalam rangka menjalankan perbaikan selangkah demi selangkah dan terus menerus terhadap barang dan pelayanan yang disediakan oleh sebuah organisasi .

Kerangka Produktivitas

Untuk dapat mengungkap kinerja, hasil dan dampak lembaga pendidikan secara periodik dan teratur diperlukan adanya evaluasi, sehingga evaluasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari manajemen pendidikan. Manajemen pendidikan mengandung arti sebagai suatu proses kerjasama yang sistematik dan komprehensif untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Manajemen pendidikan mengandung arti sebagai upaya yang terkoordinasikan secara sistematik dan sistemik untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Manajemen pendidikan juga mengandung arti segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai produktivitas sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Produktivitas dalam arti teknis mengacu kepada derajat keefektifan, efisiensi dalam penggunaan sumber daya. Sedangkan dalam pengertian perilaku, produktivitas merupakan sikap mental yang senantiasa berusaha untuk terus berkembang.

Berdasarkan pengertian teknis produktivitas dapat diukur dengan dua standar utama, yaitu produktivitas fisik dan produktivitas nilai. Secara fisik, produktivitas diukur secara kuantitatif seperti banyaknya keluaran (panjang, berat, lamanya waktu, jumlah).

Sedangkan berdasarkan nilai produktivitas diukur atas dasar nilai-nilai kemampuan, sikap, perilaku, disiplin, motivasi, dan komitmen terhadap pekerjaan/tugas. Oleh karena itu mengukur tingkat produktivitas tidaklah mudah, di samping banyaknya variable, juga ukuran yang digunakan sangat bervariasi.

Secara khusus di bidang pendidikan formal, produktifitas sekolah ditentukan oleh tiga fungsi utama, yaitu

  • fungsi administrator,
  • fungsi psikologi, dan
  • fungsi ekonomi.

Ketiga fungsi tersebut secara linier menentukan tinggi-rendahnya tingkat produktivitas sekolah . Dengan demikian produktivitas organisasi secara lebih luas mengidentifikasikan keberhasilan dan atau kegagalan dalam menghasilkan suatu produk tertentu (barang atau jasa) secara kualitas dan kuantitas dengan memanfaatkan sumber-sumber dengan benar. Produktivitas merupakan criteria, pencapaian kerja yang diterapkan kepada individu, kelompok atau organisasi.

Kerangka produktivitas dalam selubung TQM dimaksudkan sebagai sasaran utama yang perlu dibidik oleh setiap penyelengara organisasi, tidak kecuali organisasi pendidikan. Hal ini lantaran focus utama dari penyelenggaraan pendidikan dan TQM adalah produktivitas. Dengan demikian keduanya memiliki visi dan missi yang sama dalam meningkatkan kinerja organsiasi.

Input, proses, output dan outcomes merupakan kristalisasi dari pentingnya pencapaian produktivitas dalam sebuah organisasi, termasuk bidang pendidikan. Hal tersebut dapat terwujud apabila menerapkan Total Quality Management (TQM). Penerapan TQM sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan tidak bisa berhasil secara instant, artinya perubahan inovatif yang diharapkan tidak dapat terwujud secara langsung. Karenanya diperlukan upaya yang berkesinambungan agar dapat mewujudkan produktivitas yang tinggi.

Mewujudkan kondisi ideal di mana TQM dapat efektif, diperlukan kebersamaan dan kerjasama seluruh komponen penyelenggara suatu organisasi/ pendidikan, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian produktivitas yang diharapkan sangat tergantung bagaimana setiap komponen pendidikan memaknai dan mengaplikasikan TQM.

sumber : pendidikan.net

1 Comment for Total Quality Management Wujud Peningkatan Mutu Pendidikan

  • Tya Febby says:

    terimakasih artikelnya sangat membantu namun saya ingin sedikit menambahkan bahwa TQM juga memiliki beberapa keterkaitan dengan management yaitu :
    1.pendidikan dan komunikasi
    2. partisipasi dan keterlibatan
    3.fasilitas dan dukungan
    4.negosiasi dan kesepakatan
    5.Manipulasi dan cooptation
    6.paksaan secara eksplisit dan implisit
    berikut adalah beberapa farkot peranan TQM pada management.

    kemudian yang terakhir ada faktor penghambat terjadinya TQM di Indonesia yaitu:
    1.kurangnya komitmen management puncak
    2.kurangnya dukungan infrastruktur untuk Implementasi TQM
    3.kurangnya pengetahuan tentang konsep TQM yang akan mempersulit karyawan untuk menerima dan menerapkan konsep TQM
    4.Partial Quality Management
    5.Budaya organisasi yang kurang mendukung implementasi TQM, dimana belum sepenuhnya berfokus pada kemuasan pelanggan.
    nah faktor di atas ini yang perlu dan darus kita tingkatkan agar TQM di indonesia dapat berkembang dan berguna sesuai dan semestinya. hanya ini yang bisa saya tambahkan.

    Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Total Quality Management Wujud Peningkatan Mutu Pendidikan

perubahan kurikulum pendidikan

Perubahan Kurikulum Mempengaruhi Kualitas Pendidikan

Posted at April 11, 2017

Kurikulum pendidikan di Indonesia sebagaimana kita ketahui dari periode ke periode selalu berubah. Ini diperparah lagi dengan ketidakkonsistenan dalam penamaan jenjang... Read More

sertifikasi guru

Sertifikasi Guru Meningkatan Kualitas Pendidikan

Posted at April 11, 2017

Sertifikasi guru – Tugas kependidikan yang diemban guru bukanlah suatu jenis pekerjaan yang dapat diserahkan begitu saja pada sembarang orang untuk... Read More

guru profesional

Guru Profesional Bukan Sekedar Lulus Sertifikasi

Posted at April 11, 2017

Guru profesional. Wacana tentang profesionalisme guru kini menjadi sesuatu yang mengemuka ke ruang publik seiring dengan tuntutan untuk meningkatkan mutu pendidikan... Read More

peran komite sekolah

Fungsi Dan Peran Komite Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Posted at April 11, 2017

Pengertian Komite Sekolah Peran komite sekolah. Komite sekolah merupakan nama baru pengganti Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3). Secara substansial kedua istilah... Read More

pendidikan nasional

Kemandirian Pendidikan Nasional Melalui Research

Posted at April 11, 2017

Pendidikan nasional – Sebuah re-search merupakan modal dasar bagi siapa saja yang ingin mengutarakan suatu temuan baru ataupun pengembangan temuan yang... Read More


error: !